Ini beberapa dokumen SK dan akreditasi untuk alumni Jurusan Fisika UNJ yang membutuhkan untuk pendaftaran CPNS :

1.  Akreditas S1 Pendidikan Fisika sampai 2016

Akreditasi Prodi Pendidikan Fisika

2. Akreditasi S1 Fisika (Non-Kependidikan) sampai 2018

Sertifikat Akreditasi Prodi Fisika

Good luck….. 🙂

 

Terima kasih untuk Dekan FMIPA dan jajarannya, serta Ketua Jurusan Fisika dan jajarannya yang sudah mengirimkan file ini.

Terima kasih untuk Bu Murni yang sudah meluangkan waktunya men-scan-kan file ini di sela2 menjelang cuti kelahiran. Semoga lancar prosesnya.. Aamiin…

 

Semoga yang daftar CPNS bisa lolos dan diterima di instansi yang dituju.

 

p.s. untuk akreditasi S2 menyusul 🙂

 

Advertisements
Posted by: fahdiran | July 24, 2012

Puasa Ramadhan di musim panas… :)

Assalamu’alaikum wr.wb.
Ini kali kedua saya merasakan puasa tidak di Indonesia, melainkan di Kaiserslautern, Jerman. Dan waktunya pun pada saat musim panas. Tantangan tersendiri bagi seorang muslim yang melaksanakan ibadah puasa di musim panas seperti ini di berbagai belahan dunia yang mengalaminya. Di Indonesia, umumnya durasi puasa dalam satu hari ~13 s/d 14 jam, sedangkan yang saya alami di tahun ini (dan tahun lalu) sekitar 17 s/d 18 jam. Untuk beberapa negara lain bahkan bisa lebih dari itu, tergantung lokasinya.

Tentunya tantangan puasanya sama, tidak hanya menahan lapar dan haus selama durasi waktu tersebut. Segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa dan yang membatalkan puasa tetap harus dihindari. Berikut beberapa kondisi yang kami (bukan cuma saya.. hehe) rasakan dalam menjaga supaya pahala puasanya tetap optimal. (Lumayan buat renungan nanti kalau kami sudah pulang ke Indonesia, dan buat rekan-rekan yang ada di Indonesia)

# Penentuan awal Ramadhan (dan bulan Qamariah lainnya) ikut siapa ?

Contoh kasus tahun ini. Secara hisab kontemporer (modern), ketinggian bulan (hilal) ketika matahari terbenam (pasca konjungsi/ijtima’, 19 Juli 2012) di Jerman (dan Eropa umumnya) masih kurang dari 2 derajat (bahkan kurang dari satu derajat). Menurut kriteria Odeh, dengan ketinggian seperti ini akan sulit untuk bisa mengamati hilal untuk bisa menentukan bahwa esok hari adalah awal Ramadhan.

“Ormas” Islam di Eropa lebih banyak menggunakan hisab dengan kriteria yang juga berbagai macam. Ada juga yang berpatokan pada : asal hilal terlihat di salah satu titik di belahan bumi manapun maka esok adalah puasa (tentunya hal ini bisa dikatakan salah, karena hilal sifatnya lokal/regional, namun sepanjang mereka bisa merujuk kepada dalil syar’i maka silahkan saja (mungkin)). Saya pribadi setuju kepada rukyatul hilal dengan kombinasi hisab modern.

Berdasarkan hisab modern didapati ketinggian hilal kurang dari 0 derajat (minus) pada daerah Mannheim (dekat dengan Kaiserlautern kota tempat saya tinggal). Tentunya hilal tidak akan terlihat karena bulan terbenam lebih dahulu daripada matahari. Namun masjid setempat menyatakan puasa mulai 20 Juli 2012 karena sepertinya merujuk ke Arab, yang ternyata ketinggian di Saudi Arabia saat itu sekitar 1 derajat. Soal rukyat Arab ini memang sudah sering sekali “aneh” ceritanya, bahkan minus pun bisa terlihat hehehe…

Lalu, kami harus ikut siapa ? Pertanyaan ini pun muncul di dalam benak saya, dan jawabannya adalah mengikuti pemimpin setempat. Pemimpin dalam hal ini adalah ulama di masjid di kota kami. Ijtihad yang mereka lakukan tentunya dengan berbagai macam pertimbangan. Sehingga walaupun saya secara pribadi tidak setuju, namun dengan pertimbangan tersebut maka saya mengikutinya. Hal ini kami lakukan dalam rangka menjaga persatuan ummat dan merujuk kepada :

Puasa itu adalah pada hari ketika kalian semua berpuasa, dan Idul Fitri adalah pada hari ketika kalian semua ber-Idul Fitri dan Idul Adha adalah ketika kalian semua ber-Idul Adha.”  ( HR Tirmizi )

# Durasi puasa yang mencapai 18 jam (bahkan lebih)

Karena sekarang musim panas, sehingga waktu siang lebih lama dari waktu malam. Di awal Ramadhan ini durasi puasa sekitar 18 jam dan akan berkurang mendekati akhir Ramadhan menjadi sekitar 17 jam. Bahkan di daerah tertentu (seperti Norwegia, Rusia bagian utara dll) bisa lebih dari 19 jam, tentunya mereka (yang saya tahu) mendapat keringanan (rukhsah) tersendiri dengan salah satunya mengikuti negara tetangga terdekat yang durasi puasanya masih normal (misalnya Jerman).

Ada juga yang berpendapat bahwa kita (yang di Jerman) boleh saja berbuka setelah puasa 15 jam walau belum maghrib. Untuk pendapat yang satu ini saya tidak setuju dan juga tidak ada dalil yang bisa dirujuk untuk hal tersebut. Dan salah satu hal logis (karena tidak ada dalilnya, maka saya logiskan) yang bisa dijadikan alasan adalah : kalau saja kita puasa di musim dingin tentu puasanya lebih pendek, hanya 10 jam. Dalam arti, andaikan kita berpuasa ketika musim dingin kan lebih ringan hanya 10 jam (di negara lain seperti Indonesia tetap +/- 14 jam) kita dengan nikmatnya menggunakan “fasilitas” musim dingin ini, sementara ketika musim panas juga cari enaknya dengan puasa hanya 15 jam misalnya. Inilah yang menurut saya alasan kenapa walaupun musim panas, puasa 18 jam tetap harus dijalani. Sisi positifnya, karena puasa lebih panjang jadi bisa meraih lebih banyak pahala dengan berdoa, membaca dan memahami Al Qur’an dan ibadah2 lain karena masih dalam keadaan puasa pahalanya berlipat…. 🙂

Di sisi lain, sholat Isya pun mulai pukul 23.40 (menjelang akhir Ramadhan +/- 23.00). Kalau kita lanjutkan dengan tarawih maka akan selesai sekitar pukul 00.50 di masjid (karena satu malam imamnya membacakan 1 juz untuk sholat tarawih 8 rakaat + witir 3 rakaat). Adapun di masjid lain lebih singkat (seperti halnya di Indonesia, ada yang 23 ada yang 8), walaupun 20 rakaat tarawih + witir 3 rakaat biasanya butuh waktu sejam (dengan bacaan surat2 pendek) sehingga selesai 00.30. Ada juga yang kemudian mengambil rhuksah dengan menjama’ (dan qasar), namun tentunya yang satu ini juga tidak ada dalilnya (sepengetahuan saya) karena kita menetap dan tidak dalam syarat yang memenuhi ketentuan jama’+qasar. Yang menjadi perhatian adalah : shubuh pada pukul 03.10 (menjelang akhir Ramadhan +/- 03.50), sehingga waktu untuk bisa melakukan istirahat sangat singkat (+/- 1,5 jam) lalu bangun (sekitar pukul 02.00 – 02.30) untuk sholat tahajjud, sahur dan sholat shubuh (bahkan untuk para ibu/istri yang mau masak bisa jadi bangun lebih cepat …. 🙂 ). Untuk mengikuti sunnah agar berzikir hingga terbit matahari (matahari terbit pukul 05.50) maka kita harus rela mengorbankan waktu istirahat sesi II. Atau kalau memang tidak kuat, yang paling mungkin adalah pasca shubuh berdzikir semampunya dan kemudian lanjut istirahat sesi II…. 🙂

# Hal-hal yang bisa menambah puasa berkualitas

Selain dzikir, do’a, istighfar, tarawih, i’tikaf dll mengikuti kajian selama Ramadhan tentunya juga alternatif utama. Masjid disini jika ada kajian biasanya menggunakan bahasa Arab atau Jerman (kadang2 bahasa Inggris)…Namun, bagi saya yang tidak bisa bahasa Arab (baru bisa baca tapi belum tahu arti) dan Jerman (masih proses belajar tingkat sangat awal), rasanya sulit untuk mencerna kajian yang disampaikan. Walaupun dengan bahasa Inggris, namun terkadang istilah2 yang jarang didengar juga sulit untuk bisa dimakanai secara utuh. Untuk itu, kumpul2 rekan2 dari Indonesia selalu menjadi waktu yang dimanfaatkan untuk kajian. Lewat internet juga menjadi pembantu dengan membaca artikel ataupun menonton saluran2 TV di Indonesia pada saat ada kajian (bukan pada acara lawak, sinetron yang ga jelas dll yang disuguhkan TV pada saat Ramadhan, harus banyak belajar itu tim kreatif TV yang ternyata tidak kreatif…. 😀 )

Secara pribadi saya sendiri merindukan suasana Ramadhan di Indonesia 😦 Baik dari sisi keramaian di masjid, makanan-makanan di Indonesia dan hal-hal lain…Lagi-lagi, ayo rekan2 yang ada di Indonesia lebih bersyukur dengan kondisi disana, jangan mau kalau ya ibadahnya sama yang disini 🙂

# Menahan hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa

Untuk menahan makan dan minum rasanya bagi kita yang sudah dewasa tidaklah terlalu sulit selama IMAN memang telah dimantapkan dalam diri ini. Tentunya karena hanya sedikit yang berpuasa disini, tidaklah heran jika kita dalam perjalanan menuju ke tempat kerja atau kuliah menjumpai banyak orang sedang makan dan minum seperti hari biasanya. Selain itu, bagi para pria (wanita juga tentunya) tantangan lainnya adalah menjaga pandangan. Karena musim panas seperti ini, banyak wanita yang hanya menggunakan tank-top dan short pants. Mau menundukkan pandangan, eh bawah juga kebuka..nah lho… 😛 Kembali, selama IMAN memang telah dimantapkan rasanya ini juga tidak masalah…Untuk itu, rekan-rekan yang ada di Indonesia bersyukurlah untuk suasana yang lebih kondusif dan toleran di bulan puasa ini…

# Idul Fitri

Tahun lalu (2011) keluarga saya (istri+anak) masih di Indonesia. Pasca sholat Idul Fitri pun saya langsung masuk kerja/kuliah seperti hari biasa saja. Sorenya baru rekan-rekan dari Indonesia berkumpul untuk silaturahim. Suasana Idul Fitri rasanya menjadi “datar” saja dari sisi hiruk pikuk seperti halnya di Indonesia. Lagi-lagi, ayo rekan2 yang ada di Indonesia lebih bersyukur dengan kondisi disana, jangan cuma siapin baju baru dan ketupat saja 🙂 Namun mudah-mudahan Allah SWT menghitung itu semua dengan kemenangan hakiki yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa karena iman.

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Kaiserslautern, 5 Ramadhan 1433 H / 24 Juli 2012

Posted by: fahdiran | June 14, 2011

Panduan Skripsi FMIPA UNJ

Silahkan diunduh.

Pedoman Skripsi FMIPA UNJ

Selamat berjuang…  🙂

Posted by: fahdiran | April 19, 2011

UTS Gelombang Semester 094

Dikumpul Kamis, 21 April 2011 Pkl 15.00 (max) ke Bu Murni.

UTS

Selamat mengerjakan 🙂

RF

Posted by: fahdiran | December 7, 2010

UTS Fisika Kuantum Smt. 093

Selamat mengerjakan !!!

SOAL UTS

Dikumpul 8 Desember 2010 ke Bu Murni ! (Max Pkl. 10.30)

Posted by: fahdiran | September 1, 2010

Akreditasi Jurusan Fisika UNJ

Ini beberapa dokumen SK dan akreditasi untuk alumni Jurusan Fisika UNJ yang membutuhkan untuk pendaftaran CPNS :

1.  Akreditasi Pend Fisika

2.  Akreditasi Fisika

Good luck….. 🙂

Posted by: fahdiran | August 3, 2009

Riser and Lurry : Wedding Invitation

Mohon do’a restu pernikahan

Riser Fahdiran dengan Lurry Frasasty

Hari / Tanggal : Sabtu , 15 Agustus 2009

Waktu : 11.00 – 13.00

Tempat : Gedung Graha Garda Dirgantara Halim
(Depan pintu masuk Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya)

Posted by: fahdiran | March 25, 2009

Thesis Acknowledgment …..

Alhamdulillah akhirnya rampung juga kuliah master saya di Fisika ITB dengan judul thesis : Figure of Merit Characterization of Thermoelectric Materials in the Temperature Range of 50 K – 300 K. Disini saya melakukan eksperimen pembuatan sistem pengukuran sifat bahan termoelektrik. Sifat yang dikaji yaitu resistivitas listrik, thermopower dan konduktivitas termal yang bergantung suhu dari 50 K – 300 K. Lebih jauh tentang topik ini bisa dibaca di buku Fisika Zat padat…itupun kalau mau…Hehehehe…. Secara umum bahan termoelektrik adalah bahan yang jika kita beri beda suhu maka akan menghsilkan beda tegangan. Ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik (energi alternatif). Dan sebaliknya, jika diberi beda tegangan akan menghasilkan beda suhu (bisa digunakan sebagai pendingin). Prosesnya tidak menghasilkan limbah buangan, sehingga sangat ramah lingkungan.

Perjalanan 2.5 tahun yang cukup berat namun menyenangkan. Tambah ilmu, tambah teman dan tentunya tambah pengalaman terutama dalam riset profesional di bidang Fisika. Semuanya tentunya tak akan berhasil dilampaui tanpa dorongan dari :

1. Ibuku tercinta, Nurmi Jamin, dan Ayahku , Zainal Abidin, yang senantiasa mendukung di setiap kesempatan, beserta kakak-kakak, adik dan keluargaku yang lain. Saya dedikasikan thesis ini untuk mereka.

2. A. Agung Nugroho, Ph.D, supervisor thesis saya. Terima kasih untuk kepercayaan yang telah beliau berikan kepada saya dalam mengerjakan desain sistem pengukuran sifat bahan termoelektrik di Lab. Cryogenic Fisika Bahan Magnetik dan Fotonik ITB. Dukungan yang selalu beliau berikan beserta pandangan kelimiahan yang membuat saya semakin tertantang untuk mendalami Fisika lebih lanjut dan membuka cakrawala berfikir untuk ”bertahan” dalam bidang riset Fisika profesional.

3. Prof. Tjia May On dan Dr. Daniel Kurnia yang rela meluangkan waktunya untuk saya ganggu dalam rangka mengisi bagian-bagian yang ”bolong” dalam pemahaman saya mengenai latar belakang teoritik dan teknik dalam menyelesaikan sistem pengukuran yang dipergunakan dalam thesis saya.

4. Dr. Sparisoma Viridi dan Dr. Daniel Kurnia yang telah memberikan saran dan masukan untuk thesis yang saya tulis serta waktu yang telah disediakan untuk menguji sidang thesis saya disela-sela kesibukan yang padat.

5. Dr. Alexander A. Iskandar, Dr. Herman Bahar, Dr. Rahmat Hidayat, Dr. Inge Magdalena, Dr. Husin Alatas, Dr. Agoes Sohianie serta staff KK Fisika Bahan Magnetik dan Fotonik ITB yang telah memberikan sambutan yang hangat selama saya menempuh studi dan bantuan lain baik dalam bentuk materi maupun non materi.

6. Staff dosen Fisika ITB yang telah memberikan pemahaman yang baik dalam menjelaskan fenomena Fisika dalam konteks yang sebenarnya. Pak Daryat, Pak Yeye, Pak Warya beserta staff TU dan Workshop bengkel Fisika ITB yang telah membantu kelancaran studi saya.

7. Terima kasih saya ucapkan kepada :  Hendradi Hardhienata, Drs. Widya Sawitar, Wirawan dan Lurry Frasasty untuk dukungan spesial dengan caranya masing-masing.

8. Rekan-rekan di Lab. Fisika Bahan Magnetik dan Fotonik ITB : Subakti, Hendradi Hardhienata, Yuliar Firdaus, Abdul Muizz Tri Pradipto, Wilzuard Yonan, Robert C. Sigiro, Aimi Abass, Rany Miranti, Ellianawati, Nina S.A., John. P. Kaunang, Laurentius Oscar, Indra Karnadi, Akfiny, Maureen Linggarsari dan Annisa Aprilia serta rekan-rekan yang lain untuk setiap diskusi, canda dan kebersamaan selama saya menempuh studi di ITB.

9. Eko Juarlin, Sunarko, A. Prasetyadi, M. Irvan, Rahmon, Adhitya S, Ibnu Syuhada serta rekan-rekan S2 Fisika ITB untuk ”kompetisi” yang unik dalam mencapai cita-cita yang sama.

10. Syarif Riyadi, Ismudiati Puri Handayani dan Muldarisnur yang bersedia ditanya-tanya banyak hal mulai seputar thesis sampai hal-hal diluar pembahasan thesis ,,,tapi yang penting masih bisa diobrolin ( 😀 ) disela-sela kegiatan mereka dalam menjalankan program Doktoral di University of Groningen dan Max Planck Institute.

11. John P. Kaunang, A. Taufiq dan Sigit (Fisika ITS) yang telah membantu dalam instalasi desain pengukuran di cryostat.

12. Dr. Agus Purwanto dari Lab. Hamburan Neutron Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang telah memberikan kuliah singkat tentang struktur magnetik.

13. Dr. Cecep E. Rustana, Dra. Desnita, M.Si, Dr. Hakim L. Malasan dan Dr. Premana W. Premadi yang selalu memberikan motivasi untuk saya mengambil program magister dan dukungan selama perjalanan studi magister.

14. Kepala Planetarium dan Observatorium Jakarta yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melanjutkan studi magister, beserta staff yang lainnya.

15. Rekan-rekan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) yang ”rela” blognya diisi tulisan ”implisit” tentang study saya di Fisika ITB, semoga kompak selalu memberikan pendidikan keastronomian di Jakara dan sekitarnya.

16. Serta rekan-rekan lain yang tidak bisa dituliskan namanya satu persatu.

Wah banyak juga ya yang musti diucapkan terima kasih. Ini berarti bahwa keberhasilan saya menempuh studi memang bukan hanya hasil sendiri, tetapi juga berkat dukungan orang lain.

I am not alone in every occasion, cause there always someone or some people who always support me in their own ways ……. 🙂

Thanks……

Posted by: fahdiran | February 23, 2009

Traffic J(D)am(n)…!!!

Buat warga Jakarta, n kayaknya hampir semua kota besar di dunia ini pasti ngalemin deh yang namanya traffic jam.. (Traffic J(D)am(n)…!!!)….mungkin karena jalanannya yg sempit, trus intensitas kendaraan yang tinggi dan so pasti banyak yg melanggar aturan,,makanya macet jadi langganan tiap harinya…nah saya mau cerita beberapa Traffic J(D)am(n)…!!! yang sering saya alami :

1. macet di Jakarta
Dari mulai SD (tahun 1989) – sekarang pasti kena macet kalo mau berangkat sekolah, kalau skarang brgkt kerja…ga tau knapa kok pada tahan ya..mungkin dah nasib kali ya..jadi pada tahan ama macet…berbagai upaya terus dilakukan pemerintah biar macet bisa ditanggulangi minimal dikurangi…nah yang teranyar dari gubernur DKI (Fauzi B(eg)owo)… Jam anak sekolah masuknya jadi 6.30…tapi bukannya mengurangi macet malahn menambah rentang waktu macet…biasa macte mulai jam 6.15 skrang malah jadi 1/2 6 sampe jam 10 pagi…beuuhhhh..what brain is he used when making that decision…dodol dah pokoknya…mungkin semua orang harus sama2 legowo kali ya,,biar macet ga terjadi,,legowo mksdnya kalau emang ada orang lain yg bisa jalan lebih cepet dr kita ya mbok dikasih jalan aja,,,hehe..apa sih mksdnya… 😀
Belum lagi angkot sekelas metro mini ataupun bus2 besar yang biasa ngetem, padahal jalannya sempit, atau naekkin and nurunin penumpang sembarangan…kasih lampu sen ke kiri tapi malah belok kekanan..dodol banget dah,,,ini nih yg nambahin macet…pokoknya bete dah kalau jalan bawa motor or mobil di blakang angkot…setuju kan ???

2. macet di cisitu (arah ke kosan saya di bandung)
kalau di sini macetnya sih karena banyak orang dodol parkir sembarangan..jalanannya kecil, cuma muat 2 mobil sekelas kijang untuk 2 arah..nah masalahnya banyak yg parkir di spanjang jalan,,,biasa anak2 kos yg punya mobil (kbanyakn anak ITB lagi),,dodol banget dah pokoknya,,,udah tau jalanan sempit kos jauh dari jalanan, pada bawa mobil sendiri lagi,,padahal ga ada tempat parkiran,,lagian kan jarak cisitu – itb kan deket,,ga perlu mobil segala,,angkot juga jadi,,cuma Rp. 1500, daripada bawa mobil sendiri bensin mahal cuy…nah kalau tuh bocah2 dah pada parikir,,akhirnya jalanan sempit..makanya macet banget apalagi menjelang magrib…fuiih payah dah neh,,padahal mahasiswa sekelas ITb kok pada dodol ya cara mikirnya..belum lagi cerita lain kalau naik angkot…
anak itb kalau naek angkot ke cisitu itu turunnya ga pake perasaan…salah satu contoh misalnya ada yg mau turun di kosan yg deket pusdik geologi, nah kalau pak supirnya udah nurunin penumpng di alfamart yg jaraknya cuma 5 meter dari pintu gerbang pusdik,,tuh bocah2 pada ga mau ikutan turun..maunya turun pas di gerbang pusdik geologi…bodoh banget sih,,padahal kan jaraknya deket banget,,baru aja pak supir tancap gas eh ada yg bilang kiri payeun pak (depan kiri Pak..) aduh,,,lagi2 its happened all the time,,dan pelakunya lagi2 mahasiswa ITb,,kayaknya anak2 itb perlu direnovasi nih cara berpikirnya…

No offense buat anak2 itb, alumni dlll,,,saya juga anak itb, but at least ga sesempit itu soal turun angkot n parkir mobil,,,,hihi…ntar kapan2 disambung lagi deh ceritanya……

Posted by: fahdiran | January 16, 2009

8 inspiring persons for me….

Blakangan lagi jatuh amat sama yang namanya motivasi,,,susah bangkit,,,tapi saya harus memotivasi diri sendiri…soalnya kalo inget orang2 yang saya kagumin…ternyata bikin saya malu…malu karena pengen seperti mereka tapi baru ada masalah dikit aja udah down duluan..nah ada beberapa yang bikin saya termotivasi…8 orang saya sebutkan disini…sebetulnya banyak…cuma kedelapan orang ini yang saat ini berada di peringkat atas…kalo ada yang nanya angka 8 kenapa..jawbannya adalah…ga tau…lagi pengen aja…hihi…

Kedelapan orang tersebut tanpa urutan prioritas adalah :

Saya mulai dari orang yang paling menginspirasi saya dan tidak perlu urutan dalam meletakkannya dalam daftar orang yang memberi saya inspirasi, yaitu :
### Ibuku tercinta dan Bapak serta kakak dan adik.
Emang sih lebih dari satu orang,,,cuma konsennya ya ke Ibu, Nurmi Jamin, S.PdI. Gimana nggak, sudah berapa tahun diberikan kasih sayang yang tiada hentinya. Support di setiap keadaan. Tempat mengeluh kesah..bersandar kalau bersedih…curhat segala macam hal…Ibu adalah alasan utama yang paling cepat membuat saya menangis karena setiap pengorbanannya…(seperti yang saat ini terjadi, bingung mau nulis apa tentang ibu,,,karena saking banyaknya yang harus ditulis,,mata merah,,,pandangan ke komputer kabur tergenangi air mata mengingat jasa2 Ibu, apalagi pengorbanan selama 3 tahun belakangan termasuk mencari modal awal agar anaknya bisa S2)…Semoga Alloh SWT memberikan kemuliaan kepada Ibu, Bapak serta keluarga…amiiiin…

1. Dr. Hakim L. Malasan (Dosen Astronomi ITB)
Pak Hakim ini pembimbing saya waktu Skripsi Tugas Akhir di Observatorium Bosscha pada tahun 2005. Orangnya tegas,,jelas dan cepat bergerak. Salah dikit selama hal itu prinsipil pasti kena “semprot”..maaf ya Pak. tapi justru itu yang membuat saya sadar diri dan temotivasi..Pertama kali kenal ketika ada diskusi mengenai oposisi mars di tahun 2003 ketika saya ke Obs. Bosscha. pada saat itu beliau baru pulang dari Jepang. Adalah jasa Pak Widya Sawitar yang mengenalkan saya kepada beliau.Kecintaannya pada dunia astronomi observasi membuat waktunya memang dihabiskan untuk hal tersebut, belakangan beliau aktif dalam mempromosikan remote telescope observation di Indonesia bekerja sama dengan Obs. Gunma di Jepang,. Kagum dengan Pak Hakim, membuat saya selalu ingin mencontoh beliau..Saat ini hubungan kami pun masih baik, walaupun saya sudah tidak terlalu berkecimpung di dunia astronomi, melainkan skrg saya konsen di bidang fisika bahan (material). Kepercayaan beliau kepada saya membentuk pribadi ini menjadi tahan dan siap bangkit ketika mendapat cobaan. Satu hal lain yang saya dapat dari beliau adalah mempertahankan komunikasi walaupun hanya sekedar email dan cepat membalas email tersebut selama tidak ada halangan.

2. Prof. Tjia May On, Ph.D (Guru Besar Emeritus Fisika ITB)
Sebuah kesempatan sangat berharga bisa bertemu, berinteraksi dengan beliau dan berdiskusi banyak hal yang tidak hanya tentang fisika secara langsung. Oktober 2006 saya resmi menjadi anggota KK Fisika Magnetik dan Fotonik ITB, dimana Pak Tjia, begitu kami biasa menyapanya, dengan sangat ramah memberikan saran untuk mahasiswa yang berdiskusi dalam bentuk presentasi di depan beliau. Semua ilmu beliau dari mulai dasar hingga lanjut beliau tumpahkan selama diskusi. Tidak ada gap yang terasa ketika berdiskusi dengannya. Di usianya yang sudah 74 tahun, beliau tetap terlihat bugar dan menekuni kegiatannya yang sudah dijalankan dari semenjak beliau masuk S1 di ITB tahun 50 akhir kalau tidak salah. Satu cerita tentang Pak Tjia, semenjak tahun 80an beliau mengajar tidak hanya di ITB, tetapi juga di Jakarta seperti Universitas Indonesia, Universitas Trisakti dll…Satu jadwal yang jelas yaitu hari senin, selasa, jum’at dan sabtu beliau ada di ITB,,,sedangkan rabu dan kamis ke Jakarta..dan itu beliau lakukan semenjak tahun 80an. Pernah beliau ditanya,,ga capek Pak bolak balik naek kereta tiap minggu seperti ini…Jawab beliau, kalau saya mikirn capek dan lain2, saya pasti tidak berangkat dan membagikan ilmu ini kepada orang lain. Sungguh mulia apa yang dilakukan oleh Pak Tjia. Konsistensinya dalam bidang Fisika membuat beliau cukup dipandang di dunia internasional , terbukti di tahun 2008 beliau mendapat penghargaan dari OKI, saya lupa nama penghargaannya. Belum lagi koleganya yang ada di luar negeri yang masih saling komunikasi. Sebagian besar pelaku fisika di negeri ini bisa jadi merupakan cetakan beliau. Belakangan beliau sering memperhatikan kami tidak hanya dari sisi akdemik, beliau sering “menginspeksi” makanan yang kami bawa dan dimakan didapur Lab, apakah sudah memenuhi syarat kesehatan atau belum…Senang rasanya bisa berinteraksi dengan beliau secara langsung, seperti apa yang sudah saya harapkan di tahun 2004 ketika pertama kali bertemu beliau di Seminar Internasional yang diadakan di ITB, ISMOA nama kegiatan itu dimana saat ini saya menjadi bagian dari acara tersebut.

3. Ustd. Anis Matta, Lc (SekJend Partai Keadilan Sejahtera)
Beliau adalah sosok yang saya kagumi dalam hal pemikiran kenegaraan dan gaya bicara yang luwes. SekJend Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jabatannya saat ini. Saya memang belum pernah berinteraksi langsung dengan beliau, kecuali pernah SMS untuk datang ke rumahnya dalam rangka silaturahmi. Namun tidak jadi karena saya dan teman2 tidak bisa mengalokasikan waktu yang tepat untuk bertemu beliau. Tipe gaya bicara beliau sangat saya kagumi. Luwes namun tegas dan berisi, tidak berputar2 namun tepat sasaran. Senang bisa melihat beliau menyampaikan orasi atau sekedar menjadi pembicara di acara talkshow dan lain sebaginya.

4. Cecep E. Rustana Ph. D (Dosen Fisika Universitas Negeri Jakarta)
Beliau adalah pembimbing ke-1 waktu saya S1 di Fisika Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Arahan beliau dalam menulis karya ilmiah khususnya tugas akhir sangatlah membantu. Kesediaan beliau untuk dimintai saran baik mengenai topik fisika ataupun tidak, selalu direspon dengan sangat ramah dan enak diajak diskusi. Suasana santai ketika bersilaturahmi ke rumah beliau, bahkan kami diminta untuk melayani diri sendiri baik untuk makan ataupun yang lain, membuat suasana menjadi luwes dan tidak kaku ketika berbicara dengan beliau. Wawasan pendidikan dan keilmiahan yang beliau sampikan selalu saya terapkan sebagai pembelajaran dan memotivasi diri.

5. Drs. Widya Sawitar (Staff Planetarium Jakarta)
Staff Planetarium Jakarta yang konsisten dalam mempopulerkan astronomi bersama binaannya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Pertama kali kenal di tahun 2003 ketika PKL di Planetarium. Sapaan ramah dan khas gaya Pak Widya yang senang bercanda menjadi motivasi tersendiri untuk selalu berdiskusi dengan beliau. Beliau lah yang mengenalkan saya ke Pak Hakim sehingga bisa Skripsi di Bosscha, serta para astronom lain di ITB semisal Ibu Premana W. Premadi, Ph.D, Pak Taufik Hidayat, Ph.D dan Pak Dhani Herdiwijaya, Ph.D, berkat peran beliau2 inilah saya merasa nyaman ketika berinteraksi dengan warga astronomi di obs. Bosscha. Pembimbing non formal untuk penulisan tugas akhir S1 yang ternyata diberikan dengan penuh konsentrasi dan saran yang nyata. Bisa jadi teman curhat pula, padahal secara umur beda jauh namun tetap bisa memahami kegundahan yang saya alami. Saat ini bisa dibilang beliau adalah rekan kerja, pembimbing keastronomian serta orang yang saya bisa cerita banyak hal.

6. Agustinus Agung Nugroho, Ph.D (Dosen Fisika ITB)
Beliau saat ini merupakan supervisor saya dalam menempuh pendidikan S2 di Fisika ITB. Orangnya bisa dibilang “workaholic”, karena sebagian besar waktu beliau habiskan di kampus dan lab. Semua orang di lab saya pasti kenal dengan gaya bekerja beliau yang tekun dan orientasi yang jelas, paper ilmiah sekelas Nature dan Physical Review, beliau merupakan dosen Fisika ITB yang memiliki publikasi ilmiah terbanyak saat ini. Sudah banyak tulisan ilmiah yang beliau buat dan dijadikan referensi oleh banyak peneliti di negara lain. Ahlinya membuat Kristal Tunggal menurut Prof. Thom Palstra dari Univ. of Groningen. Sebuah kesempatan yang sangat luar biasa dibimbing oleh beliau dipadu dengan diskusi bersama Pak Tjia. Dengan gaya khasnya yang setiap hari menanyakan : “Ada yang baru ? atau Anything new?” , beliau membimbing saya dalam penulisan thesis dan memberikan kepercayaan yang besar dalam mengoperasikan alat yang ada di Lab sebagai asisten riset beliau. Sayang saat ini alatnya rusak dan sedang diperbaiki, jadi agak terhambat kerja. Namun beliau tetap tenang dan selalu mencoba alternatif ketika saya sedang mentok memikirikan ide tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam penelitian.

7. Dr. Terry Mart (Dosen Fisika UI)
Saya yakin beliau tidak terlalu kenal saya, karena kami bertemu hanya beberapa kali, yaitu pada waktu seminar di ITB dan Planetarium Jakarta ketika saya menjadi panitia. Bagi saya beliau adalah seorang inspirator berjalan. Banyak jurnal ilmiah yang telah diterbitkannya di jurnal internasional sekelas Physical Review, dan hebatnya itu dikirim dengan menggunakan nama dan institusi dari Indonesia yaitu Departemen Fisika Universitas Indonesia. Orangnya ramah dan luwes. Yang saya senangi adalah gaya pakaiannya yang santai ketika menghadiri conference sbagai pembicara tamu yaitu gaya khasnya yang memakai jaket hitam dan sepatu kets (lupa tulisannya..hehe..) dalam memberikan kuliah umum. Caranya menyampaikan materi sangat mudah untukdipahami.

8. Prof. Thomas. T.M. Palstra (Solid State Chemistry Group Leader, Zernike Institute, University of Groningen)
hehehe…ada bule nya juga…wkwkwkw….Pertama kali kenal beliau adalah tahun 2006 ketika beliau datang untuk menseleksi mahasiswa S2 Fisika ITB yang mau short term research di groningen. Tetapi, baru bisa diskusi panjang adalah ketika beliau datang di tahun 2008 untuk keperluan yang sama. Saya bertugas untuk menjemput beliau yang datang bersama Prof. Katja Loos di bandara soekarno hatta. Selama perjalanan kami banyak ngobrol soal Indonesia dan Belanda. Namun, yang menjadi inspirasi adalah ketika saya harus mengantarkan beliau ke bandara soekarno hatta untuk pulang kembali ke Belanda. Dalam perjalanan, kami sempat berhenti untuk makan siang di salah satu restoran di Tol Cipularang. Disitu kami berdiskusi tentang kegiatan saya nantinya pasca lulus S2. Ketika ditanya mau apa setelah S2 ?, saya jawab mau Ph.D. Sudah ada rencana mau kemana? saya bilang belum pasti, cuma pernah bertemu dengan prof dari jerman, namanya Prof. Markus Braden yang sempat menawari unutk S3 disana, dan kata beliau bagus karena Thom, begitu dia biasa dipanggil, kenal dengan pak Braden di Univ of Cologne. Bahkan beliau juga sempat menawarkan untuk ke groupnya setelah terlebih dahulu disarankan oleh Prof. Katja. Namun, yang menjadi pertanyaan beliau kemudian adalah setelah S3 mau ngap? Disitu saya sempat terhenti dan tidak bisa menjawab. namun beliau memberikan gambaran yang belum sempat terpikirkan oleh saya, yaitu ingin menjadi dosen seperti pak Agung yang setelah S3 pulang ke Indonesia dan tetap riset dengan mempertahankan kolaborasi atau menjadi profesional di bidang riset dengan menjadi peneliti di lembaga penelitian yang eksis di negara maju seperti yang beliau lakukan di Bell Laboratories Amerika selama 10 tahun sebelum kembali pulang ke Belanda kalau tidak salah. Ini memberikan saya pandangan baru tentang apa yang akan saya lakukan setelah lulus S2 nanti.

Itulah kedelapan orang yang saat ini menginspirasi saya dalam rangka meningkatkan motivasi yang saat ini sedang terseok-seok…mudah2an bisa kembali bangkit dan bisa sukses…amiiin…

Buat yang udah baca, makasih ya…sorry kalau kepanjangan… 🙂

Older Posts »

Categories